Cerita SD-SMP-SMA-Kuliah

27 Sep 2012

Pagi ini semangat menulis saya kembali muncul. Kali ini saya ingin membagi cerita tentang perjalanan saya semasa sekolah dan kuliah. Hoho.. Sekalian ingin mengenalkan kepada kalian semua, dari mana saya berasal.

Saya dilahirkan dari suku Jawa-Sunda (Janda). Bandung menjadi tempat kelahiran saya, dan tahun 1990 bulan 9 tanggal 5, menjadi hari dimana saya dilahirkan ke dunia ini. Kurus, putih, dan jenong itu lah saya pas kecil.

Sejak umur 3 tahun, keinginan saya untuk sekolah sangatlah tinggi, sampai akhirnya mama memasukan saya ke TK Al Ikhlas Bandung, dengan status anak bawang, begitu pula saat masuk SD Lengkong Besar 85/2 Bandung, status saya tetap anak bawang, karena saat itu masuk SD belum ada usia 5 tahun.

Masuk sekolah dengan usia yang paling muda diantara yang lain, ga bikin saya minder. Karena saya bisa masuk ranking 10 besar hingga bangku SMP. SMP N 43 Bandung merupakan sekolah yang mengajarkan saya banyak hal, tata boga, tata busana dan tata niaga menjadi nilai plus sekolah ini. Jadi pas lulus SMP saya udah bisa dasar-dasar menjahit dan memasak :)

Saat mau memasuki bangku SMA, saya harus pindah kota, melanjutkan ke kota asal alm. papa yaitu Solo. Sedih meninggalkan Bandung, tapi ya mau gimana lagi, sudaaah nasib yah ikut orang tua pindah-pindah. Di solo saya masuk ke SMA N Colomadu, Karanganyar, yang lokasinya dekat dengan rumah (saat itu rumah di Fajar Indah).  Di bangku SMA ini saya mulai menemukan banyak hal menarik tentang diri saya.

Paling Bontot

Pindah dari Bandung ke Solo, memerlukan banyak adaptasi, selain dari segi bahasa dan budaya. Cuaca pun menjadi tantangan untuk beradaptasi, Solo yang panas, berhasil membuat saya menghitam karena dijemur pas latihan PBB.

Walaupun saya termasuk usia yang dibawah teman-teman seangkatan, ada ketakutan dari guru-guru dan mama kalau saya ga bisa ngikutin pelajaran. Lagi-lagi saya mematahkan ketakutan itu, saya bisa masuk 10 besar. Saat pemilihan jurusan, saya mengecewakan alm. papa, beliau menginginkan saya masuk jurusan IPA, tapi saya jiper melihat saingan yang pintar-pintar, takut ga bisa berkembang, saya memilih jurusan IPS.

Entah apa yang merasuki saya, tiba-tiba saya mempunyai cita-cita menjadi seorang penyiar atau orang yang bekerja di radio. Mendengar para penyiar siaran kok rasanya seru. Untuk menggapai cita-cita saya itu agak sulit, pas SMA pernah nyoba jadi penyiar tapi gagal. Tapi semangat saya ga langsung turun disitu, saya tetap belajar tapi melalui jalur MC, ya pernah menjadi MC di pensi sekolah, bisa menjadi arena pembelajaran buat saya.

Pas kelas XI, saya mendapat tawaran dari guru Akuntansi untuk mengikuti Kompetisi Akuntansi tingkat SMA se-Surakarta. Duh, saya agak bingung, kok saya yang dipilih, padahal saya sendiri ga merasa jago. Dengan kemampuan semampunya, saya menerima amanat dari sekolah. Eng.. ing.. eng, tak disangka saya bisa mendapatka juara 3 di kompetisi tersebut. Agak ga percaya sih, tapi setelah kompetisi tersebut, saya jadi menekuni ilmu akuntansi.

Lulus SMA di usia 16 tahun itu merupakan suatu hal yang keren lha bagi saya, soalnya teman-teman saya pada lulus umur 17 -18 tahun, saya 16 tahun sendiri, Ga jarang suka dikira anak akselerasi

Lulus SMA = Galau

Selepas lulus SMA saya mencoba masuk STAN, tapi gagal, dan membuat saya break setahun, dan tinggal di Jakarta, mengisi hari dengan mengajar les anak-anak.

Bosan dengan mengajar, membuat saya ingin  kuliah, tapi pengennya di  PTS aja, biar nggak pake tes-tesan lagi.  Sempat kepikiran mengambil kuliah komunikasi atau broadcasting. Tetapi setelah saya pikir-pikir dan pikir, ilmu komunikasi dan broadcasting bisa belajar melalui jalur non formal. Apalagi melihat biaya kuliah di PTS yang saya incar, ga kuaat, takut ngeberatin orang tua. Sampai akhirnya, budhe yang di Semarang menawari saya untuk kuliah S1 di tempat beliau mengajar. Apalagi beliau juga mau membiayai kuliah saya. Alhamdulillah saya bisa kuliah juga, tapi tetap galau saat itu, galau memilih jurusan manajemen atau akuntansi. 

Dengan hati yang mantap, saya memilih jurusan akuntansi, karena pas SMA saya sudah mendapat dasarnya, jadi tinggal memperdalam lagi. Menjadi mahasiswa Akuntansi angkatan 2008 di kampus STIE Pelita Nusantara adalah suatu kebanggan, ga nyangka bisa kuliah dibiayai. Bermodal piagam lomba akuntansi saat SMA, saya mencoba mengajukan beasiswa, karena ga enak juga kalau dibiayai terus dari budhe. Alhamdulillah, saya mendapat beasiswa sampai semester 8, dengan syarat minimal ipk diatas 3.

Kesempatan

Pengalaman saya, saat di bangku SMA, sekolah saya bukanlah sekolah favorit, tapi saya bisa berprestasi, karena saingan tidak begitu ketat. Begitu pula di bangku kuliah, walaupun banyak yang asing dengan kampus saya (banyak yang ga tahu soalnya), dan mahasiswa y yang tidak banyak seperti PTS dan PTN besar, saya tetap bisa berprestasi, salah satunya dengan mendapat juara 3 di Lomba Akuntansi antar universitas se-Semarang, yang ini satu tim sama teman-teman kampus.

92cc1e4618a7aa69f89f3f66be2b0498_163024_1502679402819_57521_n

Kedua pengalaman saya tersebut mengajarkan, mau kuliah/ sekolah di tempat favorit atau tidak itu tergantung individu kita masing-masing. Begitupula ketika muncul yang namanya kesempatan, saya tipe orang yang ga mau menyia-nyiakan kesempatan. ketika ada kesempatan, ambillah. kesempatan itu ga datang dua kali soalnya. Melalui kesempatan itu, kita juga mengukur kemampuan kita sampai mana.

Jadi ya itulah cerita saya, pindah-pindah dari zaman SD sampai Kuliah kaan..
:))
*salam tepok jidat


TAGS Cerita Sekolah


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post