#Seandainya Aku @Riqo_ZHI

#RantaiCerita ada tagar dari kumpulan cerita yang sedang dan akan ditulis oleh 20 orang blogger dari berbagai komunitas, yang sebagian dari mereka tidak atau belum saling mengenal secara pribadi. Blogger yang akan turut merangkai cerita selain saya, adalah: @bejanawaktu, @aniRingo, @juleahardy, @unggulcenter, @mbitmbot, @ajengkol, @wkf2010, @CiscaDV, @harrismaul, @IndahJuli, @echaimutenan, @elafiq, @agusmoen, @ari_dexter, @Riqo_ZHI, @phenyukerooo, @nanda_thekids, @asiariani dan nggak ketinggalan pula beliau yang telah sudih memasang rantai tulisannya ke tulisan saya yang sangat sederhana ini, @mataharitimoer. Untuk mengetahui info tentang #RantaiCerita #Seandainya, silahkan lihat di link ini :)
rantaiceritaseandainya

****

Kali ini saya akan menyamar menjadi @Riqo_ZHI, saya terinspirasi dari cerpen-cerpen karyanya. Bissmillahirohmanirohim, semoga bisa yahh

****

C uaca Bandung di pagi ini sama seperti biasanya, dingin dan berkabut. Aku masih asyik menghangatkan diri dibalik selimut kesayanganku. Samar-samar terlihat layar laptop yang belum kumatikan semalam, “Pagi Sandra…” ucapku sambil menatap foto Sandra Dewi yang tersenyum manis sedang bergaya di layar itu.

Sandra Dewi, salah satu idolaku, cantik, pintar dan ramah, ahh andai aku bisa menjadi pacarnya, wah pasti rejeki nomplok banget. Lagi asyik ngelamunin Sandra Dewi, aku dikagetkan oleh keributan di luar kamar. Kulirik jam ang menunjukkan pukul 07.30 WIB, tidak biasanya anak-anak jam segini sudah bangun. Kulangkahkan kaki membuka pintu kamar.

“Heh, ada apa sih pagi-pagi gini udah pada ribut, ganggu mimpi orang aja” tanyaku pada beberapa anak yang ribut di depan kamar.

“Itu bang kamar mandi kang, kamar mandi” ujar si Ucok, mahasiswa asal Medan.

“Ada apa emang di kamar mandi?, air mati mah udah biasa, ntar siangan juga nyala” ujarku, sambil kembali masuk ke kamar.

“Darah qo, darah, kamar mandi ada darahnya” perkataan Iqbal menghentikan langkahku.

Aku yang tak percaya langsung berlari menuju kamar mandi, dan benar, banyak darah berceceran di lantai dan terlihat rambut-rambut rontok yang sepertinya rambut perempuan.

Di kost ini tidak ada perempuannya, yang berambut gondrong pun ga ada. Lalu itu darah dan rambut siapa????

“siapa yang pertama kali masuk kamar mandi?” tanyaku pada Ucok, Iqbal, Ryan, dan Joko.

“urang qo, urang ge teu hanyo ujuk-ujuk loba getih kitu” (aku qo, aku juga ga tahu tiba-tiba banyak darah gitu:red) jawab Ryan. “sieun urang…ihhhh” lanjutnya

“iyah qo, tadi si Ryan langsung bangunin gue pas ngelihat kamar mandi banyak darah gitu” lanjut Iqbal.

Aku mencoba mengingat kejadian semalam, aku tidur jam 2 pagi, memang jam 11 malam terdengar seperti ada suara orang masuk kamar mandi, tapi tak ku hiraukan. Kulihat wajah teman-temanku yang juga kebingungan. Ku melangkah meninggalkan kamar mandi itu, dengan sejuta pertanyaan.

Tiba-tiba Farhan teman sekelas ucok dating, “Cok, dimana lo cok??” teriak Farhan dengan suara nge-Rock nya sambil membawa bungkusan hitam besar.

“bawa apaan tuh han” iseng tanyaku,

“ini qo, nasi kuning buat kalian semua” jawab Farhan dengan wajah riang gembira, ga biasanya anak band ini bawain sarapan.

“tumben-tumbenan kau membawakan aku sarapan han” balas ucok sambil mengambil bungkusan tersebut.

“gini cok, gue di terima si Nisa cok!!! Tengah malam tadi gue nembak dia cok, di depan kostnya, alhamdulillah cok gue diterima, walaupun syaratnya aneh-aneh cok” cerita Farhan pada Ucok.

“aneh gimana?” aku menyamber obrolan mereka

“aneh aja, dia nyuruh gue keramas dulu, katanya dia risih sama rambut gue yang gondrong dan bau ini, kata doi, anak band harus wangi, rambutnya boleh gondrong asal terawat” jawab Farhan, yang memang saat itu rambutnya terlihat rapih, ga seperti biasanya.

Anak-anak yang mendengar cerita Farhan hanya tertawa, ehh tapi keramas tengah malam. Rumah Farhan bias terbilang jauh, sedangkan kos nisa kan hanya beda satu gang dari rumah ini. Jangan-jangan..

“iya gue juga mau terimakasih sama elu cok, shampoo lo yang di kamar mandi gue habisin setengahnya buat keramas, habisan rambut gue ternyata bau banget!” ucok kaget,

“jadi rambut-rambut yang di kamar mandi itu rambut kau han, rambut kau rontok pas keramas” tanya Ucok sambil mata melotot

“iyah sorry ya cok, nanti gue ganti shampoo lo, habisan gue males pulang kerumah” jawab farhan.

“Qo, woiii kesini qo” teriak Joko dari dalam kamar mandi.
Aku buru-buru menghampiri sumber suara,

“lihat itu qo” tunjuk joko kebelakang pintu kamar mandi

Aku dikagetkan dengan pemandangan itu, seekor anak kucing dengan banyak luka dan darah disekujur tubuhnya.

Aku menatap Joko “iya, sepertinya ini darah kucing”

Pecahlah suara tawa teman-teman ku dibelakang, ternyata ini darah kucing dan rambut itu adalah rambut si Farhan yang rontok sehabis keramas. Hampir saja aku mengira itu perbuatan setan-setan penunggu, tidak hanya aku tapi juga teman-teman yang lain. :))

***

Hehehehee.. maaf ya kalau kepanjangan, semoga terhibur

Selanjutnya, yang akan bercerita dalam #RantaiCerita adalah #Seandainya @echaimutenan menjadi @elafiq . Selamat menulis.

*salam tepok jidat*


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?


& Komentar »

  1. ontohod Said,

    Januari 6, 2012 @ 4:01 pm

    eta kucing didiemin aje, kaga dikuburin, sungguh terlalu

    [Reply]

    thiasudiro Reply:

    :)) nanti dikuburin kalau nasi kuningnya udah habis :p

    [Reply]

  2. airyz Said,

    Januari 6, 2012 @ 6:29 pm

    wow, mantap nih kayaknya ceritanya :D

    [Reply]

    thiasudiro Reply:

    yuhuu baca #rantaicerita sebelumnya jugaaa dong, ga kalah seru :p

    [Reply]

  3. Riqo ZHI Said,

    Januari 6, 2012 @ 8:31 pm

    Heheheh, ngena banget ke karyaku, pasti abis di ubek-ubek, ya, blogku? thanks banget ya, udah coba jadi diriku :)

    [Reply]

    thiasudiro Reply:

    hehehe..

    Keram otak, tapi menyenangkan dan ketagihan..

    Sama sama yh sudah mengizinkan aku menjelma menjadi dirimu :)

    [Reply]

  4. Agus Munawar Said,

    Januari 6, 2012 @ 8:36 pm

    nah, tuh kucing knp bisa berdarah2 gitu ya? Diapain ya sama si Farhan pas di kamar mandi ??? Hahaha…

    [Reply]

    thiasudiro Reply:

    hahaha :))

    ucingna kagencet kang
    #watir

    [Reply]

  5. MT Said,

    Januari 6, 2012 @ 11:17 pm

    keliatan banget usahanya untuk menulis dg baik. hasilnya: Oke banget! Kau telah menjelma Riqo

    [Reply]

    thiasudiro Reply:

    :))

    makasih kang, ternyata mencoba menjadi seseorang itu seru.. Bikin nagih :p

    [Reply]

  6. anny Said,

    Januari 7, 2012 @ 5:42 am

    komenku kok hilang?
    aku bilang ngiri di andaikan si nong2 yg bener2 jadi yg diceritain hihihi.
    kangen nasi kuning jadinya

    [Reply]

    thiasudiro Reply:

    ngiri sama yang mana teh :))

    aku juga pas posting ini pas ngidam nasi kuning :p

    [Reply]

  7. wongkamfung Said,

    Januari 7, 2012 @ 9:05 am

    Sip deh tulisannya.

    *Tadi sudah nulis komen banyak-banyak tiba-tiba hilang karena incorrect captcha input*

    [Reply]

  8. ajengkol Said,

    Januari 8, 2012 @ 9:05 pm

    Keren banget ceritanya

    [Reply]

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment